Efek Domino Korean Hyperlink Enterprise untuk Mobil Listrik

Jakarta, CNBC Indonesia – Masuknya KB Kookmin Bank ke Bukopin memberikan optimisme yang tinggi bagi pelaku usaha Korea Selatan di Indonesia, khususnya Hyundai. KB Kookmin Lender memiliki kedekatan dengan pabrikan mobil asal Korea tersebut.

Sehingga dukungan financial institution yang kini punya merek dagang KB Bukopin dalam mendorong bisnis Hyundai bisa tumbuh di Indonesia menjadi hal yang wajar, terutama dalam hal pembiayaan.

Bukti dukungan kuat KB Bukopin terhadap Hyundai sendiri telah dilakukan bulan lalu. Diketahui, KB Bukopin melalui Cabang Palembang telah menjalin kerja sama dengan dealer Hyundai Motor Indonesia cabang Palembang dalam hal pembiayaan purchase get unit kendaraan ke ATPM Hyundai Indonesia.

Melalui kerja sama tersebut perseroan memberikan plafond pembiayaan senilai Rp 30 miliar untuk periode satu tahun ke depan.

Kala itu, Presiden Direktur Chang Su Choi bahkan menyampaikan bahwa kerja sama yang terjalin pada awal 2022 tersebut merupakan langkah awal kedua belah pihak dalam kolaborasi pembiyaan kendaraan bermotor.

“Ke depannya KB Bukopin akan memberikan pembiayaan kepada setiap dealer Hyundai yang beroperasi di Indonesia,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Hyundai Motor Indonesia merupakan dealer resmi penjualan kendaraan brand name mobil asal Korea Selatan. Saat ini Hyundai menjadi pionir pembuatan mobil listrik produced in Indonesia melalui produk Hyundai Kona dan Hyundai Ioniq.

Head of Public Relations PT Hyundai Motors Indonesia, Uria Simanjuntak optimis perkembangan mobil listrik akan semakin baik ke depannya. Hal itu bisa dilihat dari tren penjualan mobil listrik, di mana penerimaan masyarakat sangat baik terhadap kendaraan listrik di Indonesia.

“Sebagai contoh di tahun 2021, Berdasarkan data GAIKINDO, product Battery Electric powered Vehicle (BEV) dari Hyundai berhasil mendominasi penjualan ritel dengan pangsa pasar hingga 87,3%. Tentunya ini menjadi motivasi kami untuk terus mendukung ekosistem mobil listrik untuk masyarakat Indonesia,” terang Uria kepada CNBC Indonesia, Jumat (29/4/2022).

Dengan begitu, ia pun melihat perkembangan ekosistem mobil listrik di Tanah Air saat ini sudah sangat berkembang pesat. Potensinya pun tentu menjadi sangat besar.

Hal tersebut, lanjut Uria, tentunya tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekosistem mobil listrik di Tanah Air.

Dengan semakin berkembangnya mobil listrik di Indonesia, tentunya dampak ke KB Bukopin juga akan besar. Pasalnya, Hyundai Pusat di Korea merupakan debitur KB Kookmin Bank selaku The vast majority Shareholder KB Bukopin.

Diketahui, KB Bukopin terus berinovasi membangun ekosistem korporasi melalui Korean Backlink Business. Inisiasi bisnis yang didukung oleh KB Kookmin Bank selaku Greatest Shareholder ini berfokus pada perusahaan berbasis Korea yang beroperasi di Indonesia.

Ekspansi bisnis tersebut meliputi penyaluran kredit (lending), penghimpunan dana (funding), lender garansi, serta fasilitas trade finance seperti LC, SKBDN, dan standby LC. Langkah ini merupakan salah satu upaya KB Bukopin yang didukung oleh KB Kookmin Lender untuk menjadi financial institution international ke depannya.

Hingga saat ini, KB Kookmin Lender terus mengembangkan bisnis ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia, salah satunya melalui Korean Hyperlink Enterprise.

Hingga Q1-2022, sebanyak 51 perusahaan Korea yang telah terjaring dalam Korean Connection Small business KB Bukopin, 44 di antaranya dalam penghimpunan dana dan 7 lainnya dalam penyaluran kredit dan trade finance.

Tak tanggung-tanggung, sejak Korean Website link Business dijalankan pada Q1-2021, tingkat penghimpunan dana meningkat Rp 6,3 triliun menjadi Rp 7,8 triliun. Sementara penyaluran kredit sampai dengan 31 Desember 2021 telah mencapai Rp 420 miliar.

Tidak heran, masuknya KB Kookmin Lender ke Bukopin memberikan optimisme yang tinggi bagi pelaku usaha Korea Selatan di Indonesia. Sebab, saat ini ada sekitar 2.000 perusahaan asal Korea Selatan, dan 190 perusahaannya merupakan nasabah Kookmin di Negeri Ginseng.

Adapun perusahaan berbasis Korea yang telah menjadi nasabah Korean Backlink Business di antaranya seperti Krakatau Posco, Lotte Group, LG Electronics, Hyundai, Hankook Tire, Lock&Lock, dan sebagainya.

Berbagai perusahaan ini kemudian membentuk sebuah ekosistem korporasi yang mencakup berbagai sektor seperti perusahaan manufaktur sampai industri hiburan (teater movie atau bioskop). Jumlah tersebut akan terus bertambah mengingat terdapat lebih dari 2.000 perusahaan asal Korea Selatan yang berada di Indonesia, baik skala kecil maupun besar.

Hal senada pun disampaikan oleh Korean Backlink Company Division Head KB Bukopin Kim Jong Un. Menurutnya, Korean Url Enterprise dapat membentuk sebuah ekosistem korporasi Korea yang berbasis di Indonesia tak lain juga karena dukungan yang diberikan oleh KB Fiscal Group yang telah menjalin hubungan kerja sama erat dengan perusahaan blue-chip di Korea.

Sebagai financial institution yang berfokus kepada kebutuhan pelanggan, KB Bukopin juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas produk pembiayaan di bidang Little Medium Enterprise (SME), seperti kredit modal kerja (Doing work Capital), Pre-Bidding Fund, dan Lender Garansi kepada anggota Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapensi).

“Dengan kekuatan modal yang dimiliki KB Bukopin, kami mampu menanggapi permintaan modal besar oleh perusahaan besar. Lalu, untuk UKM serta perusahaan lokal Indonesia yang melakukan bisnis dengan perusahaan besar, kami akan menciptakan sistem kerja sama yang saling menguntungkan dalam offer chain melalui produk atau fasilitas keuangan seperti SKBDN, Financial institution Garansi, dan lain-lain,” katanya.

Ia juga menambahkan, Misi KB Bukopin tidak hanya membantu banyak perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia untuk mencapai keuntungan melalui aktivitas penjualan yang aktif, tetapi juga membantu laju pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta menjadi financial institution pilihan pertama bagi perusahaan Korea yang masuk ke Indonesia dengan memberikan semua layanan yang terkait dengan kegiatan bisnis secara cepat dan tepat.

[Gambas:Video CNBC]

(dpu/dpu)


Exit mobile version