Emiten Retail Grup Djarum hingga Alfamart Agresif Ekspansi Gerai Baru

Perusahaan retail Tanah Air kembali ekspansif membuka gerai baru di tahun ini seiring dengan mulai pulihnya perekonomian usai menghadapi pandemi Covid-19. 

Pengelola Ranch Industry yang dimiliki Grup Djarum, PT Supra Boga Tbk (RANC) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 42 miliar tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk pembukaan toko baru, renovasi toko dan keperluan kantor pusat.

Direktur Utama Supra Boga Meshvara Kanjaya mengatakan, perseroan akan membuka empat gerai baru di tahun ini. Adapun, pembukaan toko baru ditargetkan akan berlokasi di Jawa dan Sulawesi. “Capex ini nantinya akan dibiayai dengan dana inside perseroan dan pinjaman dari financial institution,” kata Meshvara dalam paparan publik perseroan, Selasa (31/5).

Selain itu, pengelola gerai Ranch Market ini juga menargetkan pendapatan bersih tumbuh sebesar 21,2%, yang berasal dari gerai-gerai yang sudah ada, dan gerai baru yang akan dibangun tahun ini. Laba tahun berjalan perseroan juga ditargetkan meningkat 261,8% yang didapat dari hasil implementasi operational excellence, terdiri dari gerai, gudang dan kantor pusat yang telah dioperasikan secara berkelanjutan.

Berdasarkan laporan keuangan, sepanjang 2021, Supra Boga membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 8,46 miliar atau merosot hingga 88,72% dari sebelumnya Rp 75,06 miliar. Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga tercatat turun sebesar 4,11% menjadi Rp 2,88 triliun dari sebelumnya Rp 3,01 triliun.

Penjualan perseroan sepanjang 2021 tercatat turun dari sebelumnya sebesar Rp 2,96 triliun menjadi Rp 2,85 triliun. Kemudian, penjualan konsinyasi juga mengalami penurunan dari sebelumnya sebesar Rp 42,57 miliar menjadi Rp 31,57 miliar di 2021.

“Penurunan ini disebabkan karena banyaknya pembukaan toko-toko baru di tahun lalu, yang masih membutuhkan waktu untuk bertumbuh dan memberikan kontribusi,” kata dia.

Tahun lalu, perseroan berhasil membuka 19 gerai baru yang berlokasi di Jabodetabek, Malang, Gresik, Balikpapan dan Samarinda. Perseroan juga meluncurkan merek grocery store baru yang bernama Farmers Household by Farmers Industry.

Meshvara menambahkan, perseroan juga menjalankan strategi saat bisnis ritel mengalami penurunan di tengah pandemi Covid-19 dengan pengembangan usaha, perluasan ekosistem dan pengembangan sumber daya manusia.

Selain menargetkan pembukaan empat gerai baru, perseroan juga akan berfokus pada pengembangan solusi electronic guna mempercepat dan memperkuat omni channel dan berfokus pada tercapainya pertumbuhan kinerja yang berkesinambungan. Ia meyakini, di tahun ini bisnis ritel masih menjadi sektor yang menjanjikan.

Selain Supra Boga, emiten ritel lainnya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga mengalokasikan belanja modal senilai Rp 3,4 triliun sampai dengan Rp 3,5 triliun untuk membuka 800 sampai 100 gerai baru tahun ini.

Dana itu juga akan digunakan perusahaan untuk memperpanjang sewa toko-toko current yang akan habis masa sewanya karena perseroan melakukan sewa lokasi biasanya 5 tahunan.

Sampai dengan kuartal pertama tahun ini, perusahaan sudah membuka sebanyak 300 gerai baru dengan realisasi belanja modal yang terserap senilai Rp 800 miliar.