Kenaikan Tarif Listrik Disinyalir Tak Berdampak pada UMKM dan Bisnis Retail

IDXChannel – Ahli transisi energi dan Direktur Eksekutif Institute for Important Providers Reform (IESR),  Fabby Tumiwa mendukung kebijakan pemerintah menaikkan tarif listrik. Kebijakan ini dinilai dapat mempersempit kesenjangan biaya pokok produksi tenaga listrik dan rata-rata tarif listrik.

“Menurut hitungan konservatif saya harga energi rata-rata biaya produksi tenaga listrik itu mencapai 1.600 rupiah/kwh dan rata-rata tarif hanya 1.100 rupiah jadi estimasi saya ada sekitar selisih 500-600 rupiah per kwh” jelasnya kepada MPI, Minggu (22/5/2022).

Menurutnya kebijakan ini tidak berdampak besar terhadap UMKM dan perusahaan ritel yang rata-rata menjadi pelanggan listrik 3000 VA.

“Kalau ke ritel diatas 3000 VA ya berpengaruh,ya berpengaruh tapi kan juga belum tau kenaikannya berapa. Dan kalau UMKM industri kecil itu kan listriknya juga disubsidi, jadi tidak berpengaruh” ucapnya.

Ia menambahkan kenaikan ini tidak berpengaruh besar terhadap bisnis ritel mengingat biaya listrik hanya kisaran dibawah 10% dari whole biaya bisnis keseluruhan.

Seperti yang diketahui sebelumnya Menteri Keungan (Menkeu) Sri Mulyani mengumumkan adanya kenaikan tarif listrik bagi pelanggan 3000 VA. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat yang rentan akibat naiknya harga komoditas pada tahun ini.

(NDA)