Menkominfo soal Starlink: Bukan untuk Layanan Retail

Merdeka.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyebutkan saat ini Telkom Team melalui Telkomsat tengah mengajukan hak labuh untuk penerimaan jaringan world wide web dari Starlink. Starlink ini merupakan perusahaan satelit orbit rendah milik Elon Musk.

“Ya, saat ini Telkomsat sedang menyampaikan aplikasi permohonan landing correct agar satelit Starlink dapat digunakan untuk backhaul-nya,” kata Johnny saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (8/6).

Backhaul merupakan jalur world wide web yang menghubungkan dari suatu Foundation Station ke Base Station lain atau dari suatu Base Station ke core network untuk mengambil trafik dari Base Station tersebut.

Dengan demikian, Johnny menegaskan nantinya kehadiran Starlink di Indonesia bukan sebagai layanan retail. Kehadiran perusahaan satelit milik Elon Musk itu akan memperkuat kapasitas kebutuhan internet yang dimiliki oleh Telkom Group.

“Perlu saya tekankan lagi ya, bahwa kehadiran Starlink nantinya bukan sebagai layanan retail ISP tapi untuk memenuhi kapasitas kebutuhan Telkom Team. Untuk itu diperlukan pendaratan dari udara ke darat, yang diberikan ijinnya adalah perangkat landing correct-nya,” jelasnya.

Rencana masuknya layanan Starlink di negeri ini pada dasarnya dapat dilihat pada laman starlink.com/map. Dalam map tersebut, Starlink menargetkan dapat melakukan operasional di Indonesia pada tahun 2023 mendatang.

[faz]