Penuhi Kebutuhan Toko Retail | Kaltim Put up

KESERIUSAN mengolah rempah untuk bisnis datang ketika pertengahan 2020. Perlahan pesanannya meningkat. Apalagi ketika banyak yang mulai merasakan khasiatnya. Perizinan juga sudah dia kantungi.

“Dan ini makanya lagi proses untuk urus BPOM. Karena memang beginilah produksinya masih satu dengan rumah. Sedangkan untuk BPOM harus terpisah. Jadi ini masih proses untuk persyaratan. Jadi nanti mau dipisah bangunannya, pakai lantai di atas ini juga,” beber Yavaroh atau Yava.

Diakui Yava jika usahanya bertumbuh pesat. Tidak ada kendala ketika memperkenalkan produk. Salah satunya saat dia membuat internet site resmi. “Baru dibikin, sudah ada yang order dari Malaysia,” ungkapnya.

Selain itu, jika dia mengeluarkan produk baru, salah satu teknik promosinya adalah dengan menyelipkan sampel produk ke dalam pesanan purchaser. “Jadi saya sisipkan misal ada teh rempah baru, saya coba kasih cicip 2 kantung. Biar mereka coba, dan alhamdulillah jadi naik terus orderan,” jelasnya.

Kini dia juga miliki beberapa reseller, termasuk dari daerah Jawa hingga Sulawesi. Produknya juga sudah terpajang di beberapa toko. Termasuk ketika dia menjemput bola, kontrak dengan perusahaan retail.

Mulanya dia hanya menyanggupi untuk memenuhi stok 50 toko. “Tapi ternyata kalau 50, saya sendiri yang harus antar barangnya, catat, pokoknya sendiri. Tapi kalau minimum 100, dari mereka yang atur,” ujarnya.

“Jadi ini coba penuhi 100 toko minimarketnya se-Kalimantan Timur. Ini lagi proses untuk penuhi stoknya. Sebenarnya ada 380-an lebih gerainya, tapi baru sanggup 100 toko dulu,” lanjutnya.

Diakui jika saat ini kewalahan dalam memenuhi pesanan. Namun di sisi lain, dia bersyukur usahanya menjadi berkah untuk orang di sekitar. Termasuk pemberdayaan dari sisi petani.

“Saya sampaikan ke masyarakat sekitar, misal ada jahe, serai, jeruk nipis boleh dijual ke saya. Alhamdulillah juga sudah ada petani di sekitar yang memang kerjasama. Kecuali yang rempah kering misal kayu manis, cengkeh dan bunga lawang itu masih ambil di pasar,” kata dia.

Mulai rempah kemangi, olahan bawang dayak, rosella, jahe merah, bunga telang, hingga daun salam Yava sulap jadi berbagai minuman rempah kesehatan. “Dan tentu saya juga cari tahu khasiatnya. Akhirnya ya orang kadang konsultasi malah soal cara tanamnya,” sebut Yava lalu terkekeh.

Raden Roro Mira

@rdnrrmr